“Tukang tempe tertantang tukang tahu“
Tatkala temperatur terik terbakar terus, tukang tempe tetap tabah,
“Tempe-tempe“, teriaknya. Ternyata teriakan tukang tempe tadi
terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, “Tahu-
tahu-tahu!”
“Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!“, timpal
tukang tempe. Tukang tahu tidak terima,”Tempenya tengik, tempenya
tawar, tempenya terjelek!”
Tukang tempe tertegun, terhenyak, “Teplakkk…!” tamparannya tepat
terkena tukang tahu. Tapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya
tepat terkena tulang tungkai tukang tempe.
Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya
terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak
terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, “Tidak takut!!!”
tantang tukang tahu.
Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus
tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh
tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak.
Tukang tahu terjerembab. “Tolong… tolong… tolong…!“, teriaknya
terdengar tinggi. Tetapi tanpa tunda tempo, tukang tempe teruskan
teriakannya, “Tempe… tempe…. tempe…!
TAMAT
untung ga pake huruf R smua…ntar jadinya vq marah2 deng
By: chAuTAuQuA on May 13, 2008
at 8:14 pm
sialan low… bukan gt… kl R smwa g males baca na.. haha… ^^
pHieQ”z
By: vi-q on May 13, 2008
at 8:55 pm
bweww,,,,
kalo mulenya huruf l smwa,,vq plg bahagiaa..ahahahaha…
By: lalabanget on May 14, 2008
at 12:14 am